Toko baju super murah

www.bajusupermurah.com menjual pakaian berkwalitas dan termurah

renungan harian

Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup. (Bil 21:4-9)

Ular tembaga itu lambang salib Kristus. Anak Manusia ditinggikan di kayu salib. Melihat kematian-Nya, kepala pasukan berucap: Sungguh, orang ini adalah Anak Allah! Dosa membawa maut atas semua manusia. Tetapi kematian Mesias sebagai penebus dosa dunia memberi hidup. Hanya perlu memandang Dia yang tersalib, menyesali dosa, bertobat dan membiarkan diri dicuci dan dikuduskan oleh darah-Nya. Dari salib mengalir air dan darah Yesus yang memberi kita hidup baru.

TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.Mzm (102:2)

Baca lebih lanjut

20 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. (Yoh 8:31-42)

Seringkali kita mengorbankan prinsip karena takut tersingkir atau dipersulit. Yesus tidak rela kita terjebak dalam pemikiran seperti ini. Dia ingin kita jujur dan berani ambil resiko. Sekalipun sikap ini menuai kritik dan mendapat kecaman bahkan penolakan. Itulah resiko yang harus dipertahankan demi untuk menjadi merdeka dalam kebenaran. Jangan sampai kita meninggalkan kebenaran hanya karena mayoritas berpendapat lain. Kita juga tidak boleh mengorbankan kebenaran hanya karena takut kehilangan simpati. Belajarlah dari Yesus, hidup berprinsip, tidak goyah oleh pandangan mayoritas.

Kepada-Mu lah pujian selama segala abad (Dan 3:52)

Baca lebih lanjut

20 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah. (Yoh 10:31-42)

Satu pandangan yang manusiawi namun menyesatkan dan salah. Yesus adalah Allah, Putra dan Roh Kudus, inilah pokok iman kita. Tidak ada yang bisa memisahkan antara Yesus, Allah dan Roh Kudus. Dalam Injil dijelaskan bhw Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa (Yoh 10:38), inilah inti credo kita. Mari kita menerima Yesus yang sungguh Allah dan sungguh Manusia seperti Tomas, yang berseru, Ya Tuhanku dan Allahku.

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. (Mzm 18:6)

Baca lebih lanjut

20 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Lalu imam imam kepala dan orang orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul (Yoh 11:45-56)

Perbuatan jahat dimulai dari pikiran jahat. Pikiran jahat dimulai dari adanya rasa iri hati. Iri hati kepada Yesus yang dianggap menjatuhkan martabat para imam dan orang Farisi di hadapan bangsa Yahudi, sehingga perlu disingkirkan. Kebiasaan menyingkirkan orang yang dianggap berbahaya seperti ini sampai sekarang masih ada. Dalam kehidupan sehari hari masih banyak orang jadi korban rasa iri hati. Hari ini kita diingatkan agar senantiasa sadar diri, jangan sampai iri hati dan rasa benci berakar dalam hati dan berakhir dengan menjahati orang lain.

Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! (Yer 31:10b)

Baca lebih lanjut

20 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Maka mereka berteriak lagi, katanya: Salibkanlah Dia! (Mrk 15:1-39)

Injil hari ini sangat panjang dan penuh ironi. Yesus yang dielu elukan kemana saja. Dia disanjung dan dipuja sebagai Raja. Namun disaat akhir hidup-Nya, segala berubah dengan cepat. Mereka yang tadinya memuja Dia sekarang berbalik meminta dia untuk dihukum mati. Segala kebaikan dan kebesaran-Nya hilang lenyap tidak berbekas. Inilah karakter manusia. Tidak tahu malu, tidak tahu berterimakasih. Cepat lupa akan kebaikan orang. Kebaikan orang dianggap biasa dan wajar wajar saja. Kiranya sifat buruk ini dapat kita hilangkan dari hidup kita.

Bukankah Dia berkenan kepadanya? (Mzm 22:9)

Baca lebih lanjut

20 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali. (Yoh 13:21-33.36-38)

Yudas berkhianat, Petrus menyangkal. Keduanya adalah ciri kelemahan manusia. Akar khianat adalah rasa frustrasi karena tak terpenuhinya harapan pribadi. Sedangkan penyangkalan dikarenakan rasa takut, juga pengecut. Pekan suci adalah saat yang tepat untuk merenungkan dua kelemahan ini. Apakah kita berani menerima kebenaran Allah tanpa frustrasi? Atau beranikah kita berkata terjadilah kehendakmu tanpa takut dan gamang? Apakah kita sudah terbiasa menerima semua yang baik dan benar dari Allah?

Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. (Mzm 71:15)

Baca lebih lanjut

20 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan (Yes 42:1-7)

Tuhan tidak rugi atau diuntungkan kalau kita melayani Dia. Yang diuntungkan atau dirugikan adalah kita sendiri. Tuhan ingin kita semua selamat dan menikmati kebahagiaan kekal bersama Dia, para kudus dan para malaikat di surga. Ia memberi segala sarana yang kita butuhkan untuk selamat, juga kepada orang seperti Yudas. Yudas dicintai Yesus dan diberi kesempatan sama seperti murid-murid lain. Bahwa ia sering mengambil uang kas yang dipegangnya, bahkan menyerahkan Yesus demi uang, adalah pilihannya sendiri. Yesus selalu mengingatkan kita supaya waspada dan berdoa jangan sampai kita binasa karena cinta uang.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? (Mzm 27:1)

Baca lebih lanjut

20 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. (Mat 26:14-25)

Yesus dan Yudas adalah sahabat karib, karena begitu percaya maka Yesus meminta Yudas menjadi bendahara. Namun justru orang yg paling kita percayai, orang yang paling dekat dengan kita mampu mengkhianati kita. Hati yang serakah dan cinta uang sering menguasai dan membutakan kita. Dalam pekan suci ini, demi cinta dan penghargaan kita pada orang yang paling dekat dengan kita, kita perlu mewaspadai hal hal kecil dalam bentuk rasa tidak puas, kekecewaan untuk menghindarkan kita menjadi pengkhianat. Semua harus dibicarakan terbuka agar tidak ada dusta diantara kita.

Jawablah aku, ya TUHAN, sebab kasih setia-Mu baik, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar! (Mzm 69:16)

Baca lebih lanjut

20 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (Yoh 13:1-15)

Begitu banyak teladan yang telah diberikan Yesus kepada kita, mulai dari melayani para murid-Nya, sampai mengurbankan diri dikayu salib bagi kita semua. Yesus mau melakukan semua ini sebagai wujud memberikan diri seutuhnya kepada kehendak Bapa. Ketaatan Yesus ini memberi keselamatan bagi umat manusia. Kitapun dipanggil untuk saling memberi dalam hidup sehari hari. Dengan memberi kita tidak kehilangan sedikitpun. Justru Allah akan terus menambah dan kita tidak akan kehabisan. Berilah, maka kita akan hidup berkelimpahan.

Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN (Mzm 117:17)

Baca lebih lanjut

20 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur? (Mrk 16:1-8)

Kecemasan selalu melanda manusia, seperti juga para wanita yang akan kekubur Yesus, mereka cemas, bagaimana cara menggulingkan batu penutup makam yang begitu berat. Mereka sangat syok, ketika kubur Yesus, bukan hanya sudah terbuka, tetapi jasad Yesus juga sudah tidak ada. Meski syok, namun benih iman yang selama ini masih menjadi pertanyaan dalam diri mereka bertumbuh dengan dahsyat. Yesus benar benar bangkit pada hari yang ketiga. Iman akan kebangkitan ini lah yang membuat Gereja tetap eksis dan berjaya hingga detik ini. Kebangkitan Yesus membuat optimisme kita menjadi kenyataan. SELAMAT PASKAH.

TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak. (Mzm 104:1)

Baca lebih lanjut

20 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar