Toko baju super murah

www.bajusupermurah.com menjual pakaian berkwalitas dan termurah

renungan harian

Kata Yesus kepada mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut pemungut cukai dan perempuan perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. (Mat 21:28-32)

Mengapa Yesus sampai mengatakan demikian? Justru orang yang kita anggap tidak baik, lebih dulu masuk Kerajaan Surga? Yesus ingin menunjukkan bahwa kita yang kelihatan suci, biasanya malu mengakui kesalahan, sehingga sulit untuk bertobat. Yesus mengajak kita untuk tidak malu berubah, tidak malu untuk mengaku dosa, agar kita menerima pertobatan dan melayani Allah dengan ketaatan penuh. Jangan kalah dengan orang orang yang kita anggap rendah, bila kita merasa lebih bermartabat.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. (Mzm 34:6)

Baca lebih lanjut

21 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Dan Yesus menjawab mereka: Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar(Luk 7:19-23)

Yesus bukan type orang yang suka omong kosong, makanya saat Yohanes menyuruh muridnya bertanya kepada Yesus, Yesus meminta mereka melihat apa yang Dia lakukan. Dengan cara ini tidak ada yang kecewa, karena mereka melihat kenyataan. Coba kita sendiri mengingat ingat apakah kita juga sering banyak berbicara, tetapi tidak ikut berbuat sesuatu atau melakukan apa yang kita katakan? Ya Tuhan Yesus, ingatkan aku untuk rajin berbuat baik dan bukan hanya bicara.

Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan. (Mzm 85:13)

Baca lebih lanjut

21 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar daripada Yohanes (Luk 7:24-30)

Biasanya kita sulit untuk mengakui kelebihan orang lain, apalagi mau membanggakannya. Sebenarnya memuji kehebatan orang lain, tidak berarti merendahkan diri kita sendiri. Justru kemampuan menghargai orang lain dengan tulus, akan membuat harkat diri kita makin bernilai. Yesus dengan spontan memuji Yohanes didepan orang banyak yang mengagumi Dia, tanpa takut kehilangan pamor. Teladanilah Dia !

Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku. (Mzm 30:1)

Baca lebih lanjut

21 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. (Yoh 5:33-36)

Jika kita ingin mewartakan bahwa Yesus adalah Mesias, maka cara paling jitu adalah dengan memberi kesaksian lewat perbuatan perbuatan kasih kita pada sesama. Itu adalah teladan dari sikap Yesus yang melakukan kehendak Bapa-Nya sebagai bukti siapa Dia itu sebenarnya. Jika sesama melihat kita berbuat baik dan melakukan dalam kehidupan seharian, maka itu adalah bukti bahwa perbuatan baik yang benar, nyata dan dapat dilihat mata serta dirasakan, ternyata lebih mampu memberi kesaksian daripada sekedar kata kata.

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. (Mzm 67:3)

Baca lebih lanjut

21 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. (Kej 49:2.8-10)

Nubuat kuno itu digenapi dengan sempurna oleh Yesus. Hari ini Injil berbicara ttg silsilah Yesus. Ia mau menunjukkan bahwa Yesus masuk ke dalam sejarah manusia dengan segala kelemahan dan dosanya. Yesus adalah keturunan ketujuh dari tujuh keturunan. Tujuh adalah angka yang sempurna.. Ia sendiri tidak mempunyai keturunan menurut daging. Tapi Roh-Nya memberi hidup kepada semua orang beriman turun temurun.

Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! (Mzm 72:7)

Baca lebih lanjut

21 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Kata Maria kepada malaikat itu: Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami? (Luk 1:26-38)

Pertanyaan Maria kepada Malaikat Gabriel ini bukan menguji sang Malaikat, tetapi pertanyaan polos seorang remaja yang tidak mengerti. Dijaman moderen yang serba instant dan tergesa gesa, banyak anak dari kecil sudah diajar nilai nilai duniawi yang jauh dari kepolosan dan ketulusan hati, semuanya hanya diukur dari kebutuhan. Kiranya kepolosan Maria dalam bertanya dapat menjadi contoh dan inspirasi kita untuk tetap memilih nilai kesederhanaan. karena hanya kesederhanaan batin dan sikaplah yang mendapat tempat dihati Allah.

Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. (Mzm 89:2)

Baca lebih lanjut

21 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya. (Luk 1:5-25)

Kemarin Maria yang bertanya dengan polos kepada Gabriel, hari ini Zakharia bertanya kepada Gabriel juga. Namun kali ini Allah menilai Zakharia tidak mempercayai firman-Nya, maka Zakharia dihukum menjadi bisu sampai lahirnya Yohanes, anaknya. Seperti Zakharia, kita tidak mampu memahami sepenuhnya pikiran dan rencana Tuhan. Kita seringkali ingin mengatur Tuhan sesuai dengan pikiran kita, dan bukan menyerahkan diri kita untuk diatur-Nya. Serahkan semuanya dan biarkan Dia yang atur hidup kita.

Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari. (Mzm 71:8)

Baca lebih lanjut

21 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Kata Maria: Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu. Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk 1:26-38)

Sangat menyenangkan bila setiap orang memiliki sikap seperti Maria. Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu Setiap orang selalu bersedia dipakai oleh Allah untuk kebaikan manusia dan kemuliaan Allah. Semakin banyak orang bersedia, semakin banyak pula orang yang mengalami keselamatan Tuhan. Marilah kita mohon agar kita pantas untuk menjadi alat Tuhan. Kita menjadi tangan-Nya, untuk menolong orang banyak; kita menjadi mulut-Nya untuk mewartakan segala yang baik.

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. (Mzm 24:1)

Baca lebih lanjut

21 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. (Luk 1:39-45)

Kunjungan Maria ke rumah Elisabet bermakna luar biasa. Elisabet dipenuhi Roh Kudus membuatnya menyebut Maria sebagai Bunda Tuhan. Maria tidak banyak berbicara, pribadi dan martabatnya yang berbicara, membuat Elisabet kagum. Banyak diantara kita yang tidak mempunyai karunia untuk mewartakan kabar sukacita dengan kata kata. Namun, kita bisa mewartakan Kristus lewat sikap hidup dan tingkah laku, sekalipun tidak ada satu kalimatpun tentang Kristus yang kita ucapkan. Itulah evangelisasi yang sejati.

Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. (Mzm 33:1)

Baca lebih lanjut

21 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

renungan harian

”karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. (Luk 1:46-56)

Seluruh hidup kita adalah pengalaman akan Allah. Dalam suka dan duka, Dia hadir dan melakukan karya karya besar. Memang sulit untuk mampu melihat Allah dalam pengalaman pengalaman buruk kita. Namun yakinlah semuanya akan indah pada waktu-Nya. Tuhan sedang merenda, tapi kita hanya melihat bagian baliknya yang penuh benang ruwet. Ketika kita melihat bidang atasnya, tampaklah keindahannya. Karena itu jangan pernah lupa untuk bersyukur pada-Nya.

Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. (1 Sam 2:1)

Baca lebih lanjut

21 Juni 2012 Posted by | renungan | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar